abcde

Iklan

Gambar  —  Posted: Desember 19, 2012 in Berita

7 Amalan Membinasakan

Posted: Desember 27, 2011 in Berita

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَأَكْلُ الرِّبَا وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصِنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ
“Hendaklah kalian menghindari tujuh dosa yang dapat menyebabkan kebinasaan.” Dikatakan kepada beliau, “Apakah ketujuh dosa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Dosa menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh kecuali dengan haq, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan pertempuran, dan menuduh wanita mukminah baik-baik berbuat zina.” (HR. Al-Bukhari no. 2560 dan Muslim no. 129)

Penjelasan:
Ini adalah 7 dosa besar yang membinasakan. Dan sebagaimana dimaklumi bersama bahwa dosa-dosa besar itu tidak terbatas pada 7 amalan ini saja, akan tetapi masih banyak dosa besar lainnya yang tersebut dalam hadits-hadits yang lain. Di antaranya adalah hadits Abi Bakrah radhiallahu ‘anhu dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلَاثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَقَالَ أَلَا وَقَوْلُ الزُّورِ
“Apakah kalian mau aku beritahu dosa besar yang paling besar?” Beliau menyatakannya tiga kali. Mereka menjawab: “Mau, wahai Rasulullah”. Maka Beliau bersabda: “Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orangtua”. Lalu Beliau duduk dari sebelumnya berbaring kemudian melanjutkan sabdanya: “Ketahuilah, juga ucapan dusta.” (HR. Al-Bukhari no. 2460 dan Muslim no. 126) Baca entri selengkapnya »

Bahaya Fitnah Wanita

Posted: Desember 25, 2011 in Berita

Nah di era modern yang sekarang ini cinta yang berarti zina itu telah membudaya sehingga menjadi malapetaka yang mengancam eksistensi manusia sebagai makhluk yang beradab.

Oleh karena itu Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Abu HurairahRadhiyallahu’anhu,

“Allah SWT telah mencatat bahwa anak adam cenderung terhadap perbuatan zina, keinginan tidak dapat dielakkan lagi di mana dia akan melakukan zina mata dalam bentuk pandangan, zina mulut  dalam bentuk pertuturan, zina perasaan yaitubercita-cita dan berkeinginan untuk mendapatkannya sehingga kemaluannya ikut memastikan perzinaan itu.” (HR. Bukhari Muslim, Abu Daud dan Ahmad)

Cinta yang hinggap pada manusia durjana ini akan merubah cinta menjadi medium untuk melakukaan zina yang terang-terngan maka mata pun berzina, telinga pun berzina, tangan pun ikut berzina dan seluruh anggota badan lainnya berzina, termasuk kemaluannya yang merupakan zina yang paling besar dosanya.Maka munculah di tengah-tengah masyarakat kita apa yang dinamakan ikhtilath menjadi hal yang begitu lumrah. Media cetak dan elektronik jugaberlomba-lomba memanas-manasi agar manusia lebih mencintai nafsunya dibandingkan akal sehatnya. Yang paling klasik munculah budaya pacaran yang sesungguhnya bukanlah pacaran melainkan perzinaan yang disebut dalam hadits di atas.

Pacaranadalah haram dalamislam.

Pacaran adalah budaya dan peradaban  jahiliyah yang di lestarikanoleh orang-orang kafir negeri barat dan lainnya, kemudian diikuti oleh sebagian umat islam (kecuali yang dijaga oleh allah SWT) dengan dalil mengikuti perkembangan zaman dan sebagai cara untuk mencari  dan memilih pasangan hidup. Syariat islam yang agung ini, datang dari Rabb semesta alam yang maha mengetahui dan bijaksana dengan tujuan untuk membimbing manusia untuk meraih maslahat-maslahat kehidupan dan menjauhkan mereka dari masfadah-masfadah yang akan merusak dan menghancurkan kehidupan mereka sendiri.

Ikhtilath (campur baur antar laki-laki dan wanita yang bukan mahram) pergaulan bebas, pacaran adalah fitnah(cobaan) dan masfadah bagi  umat manusia secara umum dan umat islam secara khusus, maka perkara tersebut tidak bisa di tolerir. Bukankah kehancuran BaniIsrail (bangsa yang terlaknat) berawal dari fitnah (godaan) wanita?

Allah SWT berfirman:

“Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam.Yang demikian itu karena  mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka perbuat.Sungguh, sangat buruk apa yang merekaperbuat.”(Al-Maidah: 78-79)

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya dunia itu manis dan  hijau (indah mempesona), dan allah SWT  menjadikan kalian sebagai khalifah (penghuni) di atasnya kemudianallah SWT memperhatikan amalan kalian, maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita, karena sesungguhnya awal fitnah (kehancuran) bani israil dari kaum wanita.” (HR. Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudriradhiyallahu’anhu)

Rasulullah juga memperingati umatnya untuk berhati-hati dari dari fitnahwanita, dengan sabda beliau:

“Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalanku yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki darifitnah (godaan) wanita.”(Muttafiqun’alaihdariUsamah Bin Zaidradhiyallahu’anhu).

Maka pacaran berarti menjerumuskan diri dalam fitnah yang menghancurkan da menghinakan, pada hal semestinya setiap orang memelihara dan menjauhkan diri darinya.

Saudaraku, kita kadang merasakan kejenuhan yang tak terkira Karena jalan ini memanglah bagitu panjang dan berliku. Kadang kita menangis, dan ingin berteriak karena lelahnya. Kadang kita harus merelakan hati kita hancur karena dalam jalan ini memangakan banyak duri yang siap mengoyak-oyak tubuh  kita. Kadangperasaan kita remuk di sebabkan kekecewaan yang sangat.

Saudaraku, bersabarlah..bersabarlah..

Jika hanya dunia yang kita tuju, alangkah hinatujuan kita

Jika hanya kesenangan semu yang kitaharap kan, alangkah rendah cita-citakita

Jika hanya nikmat kehidupan yang ingin kita raih, sungguhbetapa tak berarti hidup kita

 

Namun jauh dari itu semua, ada yang lebih indah di atas segala keindahan yang ingin kit araih

Ada hal yang jauh lebih mulia yang selalu menjadi harapan kita

Ada cita-cita yang paling tinggi yang inginkitagapai

RidhoNya..JannahNya..Apalagi yang labih menggiurkan dari itu? Bandingkanlah betapa tak berarti sakit dan perihny ajalan dakwah ini jika kita membayangkan hadiah yang akan kita peroleh nanti…

Takadaartinyaremukdanhacurnyahatikita, di bandingkankekalnyakenikmatan di akhiratitu…

 

Kerusakan Ketujuh: Terjerumus dalam Zina

Jika kita lihat pada tingkah laku muda-mudi saat ini, perayaan tahun baru pada mereka tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita) dan berkholwat (berdua-duan), bahkan mungkin lebih parah dari itu yaitu sampai terjerumus dalam zina dengan kemaluan. Inilah yang sering terjadi di malam tersebut dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan jenis. Inilah yang terjadi di malam pergantian tahun dan ini riil terjadi di kalangan muda-mudi. Padahal dengan melakukan seperti pandangan, tangan dan bahkan kemaluan telah berzina. Ini berarti melakukan suatu yang haram.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”[17] Baca entri selengkapnya »

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang memberikan hidayah demi hidayah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman. Manusia di berbagai negeri sangat antusias menyambut perhelatan yang hanya setahun sekali ini. Hingga walaupun sampai lembur pun, mereka dengan rela dan sabar menunggu pergantian tahun. Namun bagaimanakah pandangan Islam -agama yang hanif- mengenai perayaan tersebut? Apakah mengikuti dan merayakannya diperbolehkan? Semoga artikel yang singkat ini bisa menjawabnya.

Sejarah Tahun Baru Masehi

Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.[1] Baca entri selengkapnya »

LK FKMI-UA Sukses Menggelar PENTIUM

Posted: November 22, 2010 in Akhawat, Berita

Lembaga Keakhwatan (LK) Forum Kajian Mahasiswa Islam-Ulul Albaab, Sabtu-Ahad bertepatan dengan 13-14 Dzulhijjah 1431 H/20-21 November 2010 M sukses menggelar Penataran Tauhid Untuk Mahasiswa (PENTIUM).Sebelumnya juga pada bulan Oktober lalu, ikhwan FKMI-UA sukses menggelar kegiatan serupa. Kegiatan yang mengangkat tema Dengan Ilmu Ku Rengkuh Syurga Ini bertujuan memberikan pemahaman tentang agama khususnya urgensi menuntut ilmu (syar’i) dan juga memberikan gambaran kepada peserta tentang tarbiyah islamiyah (pendidikan berbasis islam-red). Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh ketua Lembaga Keakhwatan FKMI-UA, Nurlaela Mangalaeng. Baca entri selengkapnya »

Jika anda ingin bahagia maka terimalah dengan rela hati bentuk perwakan tubuh yang diciptakan Allah untuk Anda. apapun kondisi keluarga, bagaimana suara,seperti apa kemampuan daya tangkap dan pemahaman serta berapapun penghasilan.

‘Atha Ibn Rabah, orang yang paling alim pda zamannya adalah seorang mantan budak berkulit hitam, berhidung pesek, lumpuh tangannya dan berambut keriting.

Ahns Ibn Qois, orang Arab yang dikenal paling sabar dan penyantun ini sangat kurus tubuhnya, bongkok punggungnya, melengkung betisnya dan lemah postur tubuhnya.

Al A’masyi, ahli hadits kenamaan di dunia ini adalah sosok manusia yang sayu sorot matanya dan mantan budak yang tafkir, compang-camping bajunya dan tidak menarik penampilan diri dan rumahnya.

Bahkan semua Nabi dan Rasul-Nya pernah menggembala kambing. Nabi Daud ‘alaihi salam seorang tukang besi, Nabi Zakariya ‘alaihi salam seorang tukang kayu, Nabi Idris ‘alaihi salam tukang jahit. Semua itu isyarat bahwa harga diri ditentukan oleh kemampuan, amal sholih, kemanfaatan dan akhlak. Maka janganlah bersedih dengan wajah yang kurang cantik, harta tak banyak, anak yang sedikit dan rumah tak megah. Baca entri selengkapnya »